FOLLOW KAMI DI

Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini47
mod_vvisit_counterKemarin377
mod_vvisit_counterMinggu Ini4758
mod_vvisit_counterMinggu Lalu3707
mod_vvisit_counterBulan Ini8847
mod_vvisit_counterBulan Lalu15037
mod_vvisit_counterJumlah2133641

We have: 3 guests online
IP: 18.208.186.19
14 Nov, 2019



PostHeaderIcon Terbaru

PostHeaderIcon Sejarah


Masjid adalah sebuah institusi amat penting dalam kehidupan umat Islam. Selain itu, masjid merupakan sarana keagamaan yang memiliki makna strategis bagi umat Islam, tidak saja dalam masalah ritual keagamaan tapi juga berkaitan dengan persoalan-persoalan kemasyarakatan, sosial dan budaya dalam arti luas.

Sebagai masjid utama di Kota Malang, Masjid Agung Jami’ yang terletak di Jalan Merdeka Barat No 3 Malang juga tidak lepas dari fungsi-fungsi tersebut.  Apalagi posisi Masjid Agung Jami’ Malang yang awal berdirinya bernama Masjid  Jami’ itu letaknya cukup strategis dipusat kota. Tepatnya di sebelah barat alun-alun pusat kota Malang. Di sebelah selatan masjid terdapat bangunan Bank Mandiri (eks. Bank Bumi Daya) dan di sebelah utara terdapat bangunan kantor Asuransi Jiwasraya.

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Ramadan Bil Hikmah Masjid Jami Hadirkan Qori’ Muammar ZA

Hafidz Quran Ratusan khuffadz (penghafal Alqur'an) dari Malang raya mengikuti acara Khotmil Qur'an bin ghoib (khataman Alqur'an) di Masjid Agung Jami Malang, Selasa (15/7), dimulai pukul 05.30 – 16.30 WIB. Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an yang bertepatan dengan 17 Ramadan 1435 Hijriyah.

"Acara ini rutin kami laksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an, sekaligus menjadi ajang reuni para khuffadz. Mereka (para khuffadz, red.) tidak hanya datang dari wilayah Malang Raya, tapi juga dari beberapa daerah, seperti Pasuruan, Gresik, Bangil da Surabaya," kata H Abdul Azis, Ketua III Takmir Masjid Agung Jami Malang, kemarin.

Selanjutnya...

 

Kisah Dua Tukang Sol

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.

Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.

Selanjutnya...

 

Cara Sujud yang Benar

Para ulama fiqih mendifinisikan shalat sebagai tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan itu selanjutnya dinamakan rukun dan pemenuhannya menjadi satu keharusan. Berarti, bila tidak dikerjakan mengakibatkan shalatnya batal. Atau disebut sunnah jika berfungsi sebagai pelengkap dan penyempurnaan saja. Sehingga, kalau ditinggalkan, tidak sampai berakibat membatalkan shalat.

Selanjutnya...

 

PostHeaderIcon Kisah Teladan

MA’RUF AL-KURKHI (Salah Satu Murid Para Malaikat)

Muhammad bin al-Mudzaffar berkata, "Diriwayatkan kepada kami bahwa semula kedua orang tua Abu Mahfudz Ma’ruf bin Fairuz al-Kurkhi adalah orang Persia yang beragama Nasrani.

Keduanya menyerahkan pendidikan anaknya (Ma’ruf) sejak dini untuk belajar menulis kepada seorang alim. Suatu hari sang guru memberi pelajaran, katakan, 'Tuhan Bapa, Tuhan Anak, Dan Tuhan Ibu.' Ma’ruf membantah dengan mengatakan, 'Tuhan hanya satu.' Kemudian sang guru memukulnya.

Guru pun melanjutkan pengajarannya untuk mengucapkan seperti yang semula. Lagi-lagi Ma’ruf menolak, dia mengucap-kan, 'Tuhan itu satu.' Pada lain hari sang guru memukul dengan pukulan yang lebih keras, maka Ma’ruf pun melarikan diri.

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Profile Kyai

KH. Masykur

Lahir di Singosari pada tahun 1315 H / 1900 M. Wafat 18 Desember 1992 Dimakamkan di Pemakaman Keluarga Pondok Bungkuk, Singosari. Pendidikan Pesantren Bungkuk-Singosari, Pesantren Sono-Sidoarjo, Pesantren Siwalan, Panji-Sidoarjo, Pesantren Tebuireng-Jombang, nyantri ke KH Cholil Bangkalan, Pesantren Jamsaren, Solo. Mempunyai Putra/Putri 1 (satu) Orang

Perjuangan/Pengabdian : Ketua NU Cabang Malang, Ketua Yayasan Unisma, Ketua Umum PBNU, Pendiri dan Panglima Barisan Sabilillah, Anggota Syou Sangkai (DPRD) sebelum masa kemerdekaan, anggota PPKI, anggota Konstituante, Wakil Ketua DPR RI, Menteri Agama, Perintis berdirinya Masjid Sabilillah Malang. Dewan Kurator Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an (PTIQ).

Panglima Barisan Sabilillah, Pejuang Konsisten

Selanjutnya...

PostHeaderIcon Mutiara Kalam

Rasulullah Bersabda :

"Perbanyaklah kalian membaca shalawat pada malam Jum'at dan hari Jum'at, sebab pada saat itu shalawat kalian diperlihatkan kepadaku." (HR. Ath-Thabrani dalam kitab Al-Awsath dari Abu Hurairah ra.)

Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com