Sejarah

|
Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.
Sebagai Dai Zainuddin Tak Ada Duanya
"Sampai sekarang belum ada tipe seperti Zainuddin, belum kelihatan," kata Hasyim saat ditanya kesannya tentang almarhum Zainuddin MZ di Jakarta, Selasa. Pengasuh pondok pesantren Al Hikam Malang dan Depok itu mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya "Dai Sejuta Umat" tersebut.
Cara Sujud yang Benar
|
Kisah Teladan
Perilaku yang Dapat Membawa Keberkahan |
| Selanjutnya... |
Profile Kyai
Perjuangan/Pengabdian : Kiai Pecinta Seni, dan Pencipta Lambang NU |
| Selanjutnya... |
Mutiara Kalam
Sesungguhnya kegelapan hati karena enam perkara : - Berbuat dosa karena selalu mengharapkan taubat |




















Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.
Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi menilai bahwa hingga sekarang belum ada juru dakwah atau dai yang menyamai kemampuan KH Zainuddin MZ.
Para ulama fiqih mendifinisikan shalat sebagai tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan itu selanjutnya dinamakan rukun dan pemenuhannya menjadi satu keharusan. Berarti, bila tidak dikerjakan mengakibatkan shalatnya batal. Atau disebut sunnah jika berfungsi sebagai pelengkap dan penyempurnaan saja. Sehingga, kalau ditinggalkan, tidak sampai berakibat membatalkan shalat.
Ali bin Husain menyampaikan sebuah riwayat dari kakeknya, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Apabila seseorang memiliki empat sifat, berarti sempurna Islamnya sekalipun dia memiliki banyak kesalahan. Empat sifat tersebut adalah; Jujur, syukur, malu melakukan maksiat, dan berakhlak mulia."
Lahir di Kampung Carikan, Bubutan, Surabaya pada 1884 M. Wafat Tahun 1962. Dimakamkan di Tembok, Surabaya. Pendidikan SD Belanda, Pesantren Buntet Cirebon, Pesantren Siwalan. Panji, Sidoarjo, dan Pesantren Kiai Cholil Bangkalan. Putra/Putri 3 Orang

