FOLLOW KAMI DI

Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini307
mod_vvisit_counterKemarin239
mod_vvisit_counterMinggu Ini2049
mod_vvisit_counterMinggu Lalu2836
mod_vvisit_counterBulan Ini11825
mod_vvisit_counterBulan Lalu17641
mod_vvisit_counterJumlah1536805

We have: 33 guests, 1 bots online
IP: 23.20.129.162
23 Nov, 2017



PostHeaderIcon Terbaru

Maulid, Jangan Terjebak Seremonial

PENCERAHAN: Al Ustadz Al Habib Umar Bin Ahmad Muthohar dari Semarang menyampaikan pencerahan agama dan hikmah Maulid di Masjid Agung Jami Malang.

Setiap bulan Rabiul Awwal selalu diperingati sebagai hari kelahiran (Maulid) Nabi Muhammad SAW, dengan berbagai acara dan kegiatan. Namun umat Islam terjebak hanya sekadar perayaan seremonial belaka, momentum Maulid harus menjadi peningkatan kualitas akhlaq dan keimanan seperti yang diajarkan Nabi akhir zaman.

Saat Maulid banyak pengajian digelar, kisah keteladan Nabi banyak disampaikan di berbagai tempat. Jangan sampai kisah suri teladan itu hanya menjadi cerita saja, tapi harus menjadi motivasi dan inspirasi bagi umat Islam untuk menjadi baik. ”Disana digelar muludan, disini muludan, tapi tidak ada yang nyantol babar blas. Harus ada perubahan menjadi lebih baik. Kita semua mengikuti kanjeng Nabi. Hanya Nabi Muhammad satu-satunya nabi dan makhluk Allah yang ditetapkan sebagai uswah atau suri teladan. Nabi dilengkapi dengan segala kesempurnaan,” kata Al Ustadz Al Habib Umar Bin Ahmad Muthohar dari Semarang, di hadapan ribuan umat Islam yang hadir dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Jami Malang, Rabu (16/2) malam.

Cucu pencipta lagu Merdeka, Habib Muntohar itu mengingatkan momentum Maulid untuk menauladani sifat dan kelembutan nabi melalui kisah perjalanan Nabi dengan segala akhlaq yang dicontohkannya kepada umat Islam.

Keteladanan Nabi harusnya benar-benar menjadi suri teladan. Saat ini zaman ruwet, tidak ada pedoman yang dijadikan pakem. Semuanya menjadi sulit untuk dijadikan pedoman.

”Maulid, manaqib hikmahnya sangat besar. Bagi orang yang membaca dan mendengarkan akan mendapat inspirasi dan motivasi. Kalau ceritanya baik pasti akan memunculkan motivasi yang baik pula,” ungkapnya.

Soal masih adanya segelintir orang yang menganggap maulid, manaqib itu bid’ah, ia meminta agar hal itu dibiarkan saja. Karena melalui maulid banyak mendapat cerita yang baik dan akan memunculkan inspirasi serta motivasi untuk menjadi lebih baik baik lagi.
”Kalau ada yang bilang manaqib bid’ah, maulid bid’ah, biarkan saja kafilah tetap berlalu,” ujarnya.

Dalam maulid dan manaqib banyak cerita keteladan Nabi yang dapat dijadikan suri teladan bagi umat Islam. Nabi Muhammad memiliki kesempurnaan yang diberikan Allah SWT. Wajah nabi yang ganteng membawa rahmat, meski tidak secara khusus dibahas dalam Alquran. Keindahan akhlaq Nabi yang dijelaskan dalam Alquran sebagai suri teladan bagi para umatnya. (aim/udi)

 
Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com