FOLLOW KAMI DI

Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini303
mod_vvisit_counterKemarin239
mod_vvisit_counterMinggu Ini2045
mod_vvisit_counterMinggu Lalu2836
mod_vvisit_counterBulan Ini11821
mod_vvisit_counterBulan Lalu17641
mod_vvisit_counterJumlah1536801

We have: 29 guests, 1 bots online
IP: 23.20.129.162
23 Nov, 2017



PostHeaderIcon Terbaru

Seni Hadrah ISHARI Ikut Semarakkan Maulid

SENI HADRAH ISHARI: Jamaah Seni Hadrah yang tergabung dalam ISHARI cabang Malang mengikuti acara Maulid Nabi SAW di Masjid Agung Jami Malang.

Masjid Agung Jami Malang memilih peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal pada Rabu (16/2), sesuai dengan kalender NU dan almanak Kudus. Untuk menyambut kelahiran Nabi Agung akhir zaman, Takmir Masjid menyambutnya dengan pembacaan Shalawat mulai usai Maghrib pada Selasa malam sampai Rabu dini hari.

Pembacaan shalawat dilakukan secara bergantian dengan melibatkan kelompok terbang Albanjari dan juga Seni Hadrah yang tergabung dalam ISHARI cabang Malang. Pembacaan shalawat dimulai dengan pembacaan diba, terbang Albanjari dan ditutup dengan seni hadrah yang melibatkan sekitar tujuh ratus orang jamaah se Malang raya.

“Kita tidak ingin terjebak dengan seremonial, yang terpenting dari Peringatan Maulid adalah meneladani akhlaq Nabi Muhammad melalui pembacaan shalawat dan kisah-kisah Nabi yang dibaca dalam diba. Semakin banyak bershalawat akan lebih baik untuk membumikan shalawat di Kota Malang,” kata Ketua Takmir Masjid Agung Jami Malang, Drs. H. Kamilun Muhtadin kepada Malang Post, kemarin malam.

Pembacaan shalawat Nabi digelar di Serambi Masjid. Sejak sore serambi masjid sudah dipenuhi anak-anak muda dan jamaah Masjid yang akan bershalawat bersama. Jamaah ibu-ibu pun tidak sedikit yang hadir di Serambi Masjid untuk melantunkan shalawat atas Nabi dengan iringan terbang Albanjari.
Hampir semua generasi hadir untuk bershalawat bersama, mulai dari anak-anak kecil hingga yang sudah lanjut usia. Secara bergantian kelompok-kelompok terbang Albanjari melantunkan alunan shalawat dengan nada-nada yang indah hingga membuat semakin betah para jamaah untuk tetap bertahan di Masjid kebanggaan masyarakat Kota Malang itu.

“Kita semua pecinta Rasul dan sangat rindu. Melalui alunan shalawat ini akan semakin cinta kepada rasulullah, apalagi di peringatan Maulin Nabi seperti ini,” ujar Ahmad Wahyudi, salah seorang jamaah yang hadir di Masjid Agung Jami.

Pembacaan shalawat ditutup dengan tampilan seni hadrah yang tergabung dalam Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) cabang Malang. Mereka datang dari penjuru Malang raya mulai Ngantang, Pujon, Wagir, Pakis, Sanan, Tumpang, Turen dan beberapa daerah lainnya. Bagi masyarakat Kota Malang seni hadrah ISHARI jarang ditemui dibandingkan dengan Albanjari dan terbang jidor. Seni hadrah yang dipadu dengan gerakan yang rancak dari ratusan jamaah Ishari (rodat) menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Kota Malang.

”Gerak dan terbang yang ditabuh memiliki pakem sendiri. Seni Hadrah Ishari berbeda dengan lainnya. Tapi tetap menggambarkan kebesaran Nabi Muhammad SAW,” ujar Ketua ISHARI cabang Malang, KH. Ahmad Suyuti. (aim/udi)

 
Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com