FOLLOW KAMI DI

Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini156
mod_vvisit_counterKemarin621
mod_vvisit_counterMinggu Ini777
mod_vvisit_counterMinggu Lalu3028
mod_vvisit_counterBulan Ini8252
mod_vvisit_counterBulan Lalu14986
mod_vvisit_counterJumlah1548218

We have: 35 guests online
IP: 54.82.79.109
18 Des, 2017



PostHeaderIcon Terbaru

Malaikat Duduk di Pintu

Ali bin Thalib menerangkan, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Setiap hari Jum'at ada tujuh puluh malaikat duduk di setiap pintu masjid, mereka bertugas menulis nama-nama orang yang datang awal waktu, hingga salat Jum'at dilaksanakan. Orang yang terakhir ditulis namanya adalah yang datang ketika imam sudah berada di atas mimbar, sepanjang tidak menerobos shaf (barisan) yang sudah rapi, dan tidak mengucapkan sesuatu kecuali dzikir. Orang yang paling akhir dicatat namanya, adalah yang paling rendah derajatnya di sisi Allah. Tapi, dosa-dosa yang dilakukan antara Jum'at dengan Jum'at berikutnya tetap mendapat ampunan.

Dalam riwayat lain diterangkan, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Barang siapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jum'at dalam pelaksanaan salat sunat dua rakaat, dia akan mendapatkan bangunan bercahaya yang panjangnya dari tiang masjid dimana dia melaksanakan salat Jum'at hingga sampai Masjidil Haram-Makkah. Didalamnya terdapat para malaikat yang memohon ampunan buatnya secara terus-menerus hingga Jum'at berikutnya. Bila dia melaksanakan salat Jum'at di Masjidil Haram, maka bangunan bercahaya itu mulai dari Masjidil Haram sampai Baitul Makmur yang berada di langit.

Barang siapa melaksanakan salat sunat empat rakaat dengan dua kali salam sebelum khotib naik mimbar, yang setiap rakaatnya membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas lima puluh kali, hingga dalam empat rakaat dia membaca Surat Al-Ikhlas dua ratus kali, berarti dia benar-benar telah memenuhi kesunnatan yang sempurna dalam hari Jum'at, sebagaimana yang dilakukan para malaikat. Karenanya, dia tidak akan keluar dari dunia sebelum melihat tempat tinggalnya di dalam surga."

Dan, apabila akan keluar dari masjid, setelah selesai melaksanakan salat Jum'at, kemudian membaca doa, maka dia akan mendapat pahala sama dengan pahala ibadah selama dua ratus tahun.

Syaikh Az-Zandusti menerangkan, bahwa dia pernah mendengar Imam Abi Muhammad bin Abdillah bin Fadhl bercerita, yang sumber ceritanya dari Auza'i. ketika belajar di Perancis, Auza'i berkata: "Suatu ketika Maisarah bin Khunais lewat di sebuah pekuburan. Dia membaca doa: "Keselamatan semoga dicurahkan selalu kepadamu, hai penghuni kubur. Kalian telah mendahului kami, sedang kami akan menyusulmu. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan ampunan kepadamu dan kepada kami. Semoga pula Allah mencurahkan keberkatan kepadamu, dan kepada kami ketika kami menghadiri alam kubur sebagaimana yang telah kalian alami saat ini."

Kemudian Allah mengembalikan roh salah seorang di antara ahli kubur, dan menjawab salam yang disampaikan Maisarah, dengan bahasa dan ucapan yang terang: "Kebahagiaan yang luar biasa bagimu, hai ahli dunia. Sebab setiap bulan kalian dapat melaksanakan ibadah haji empat kali."

Maisarah terkejut mendengar jawaban ahli kubur itu, lalu bertanya: "Bagaimana aku dapat melaksanakan ibadah haji empat kali dalam sebulan?" Ahli kubur itu menjawab: "Bukankah kalian melakukan salat Jum'at dalam sebulan empat kali? Salat Jum'at itu adalah ibadah hajinya orang fakir."

Maisarah kemudian berkata: "Ya ahli kubur, berilah aku petunjuk tentang suatu amal yang dapat aku lakukan secara rutin lagi ringan."

Jawabnya: "Hai ahli dunia, sungguh bacaan istighfar adalah suatu amalan yang sangat bermanfaat di alam kubur." Maisarah kembali berkata: "Hai ahli kubur, mengapa kalian tidak mau menjawab ucapan salamku?"

Jawabnya: "Ucapan salam adalah suatu amal kebajikan. Padahal saat sekarang, di alam kubur, aku tidak bisa lagi melakukan amal kebajikan yang dapat menambah kebahagiaanku. Dan tidak ada pula amal kejelekan yang dapat mengurangi kebahagiaanku. Aku sudah sangat ridha terhadapmu, hai ahli dunia, bila sekiranya engkau menyampaikan ucapan dalam bentuk doa: "Semoga Allah mengasihi sayangi si Anu, yang sudah berada di alam kubur."

 
Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com