FOLLOW KAMI DI

Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini588
mod_vvisit_counterKemarin589
mod_vvisit_counterMinggu Ini1177
mod_vvisit_counterMinggu Lalu4931
mod_vvisit_counterBulan Ini9723
mod_vvisit_counterBulan Lalu9915
mod_vvisit_counterJumlah1734660

We have: 7 guests online
IP: 54.90.185.120
19 Nov, 2018



PostHeaderIcon Terbaru

Pengaruh Taqwa Terhadap Kehidupan Manusia

Membahas tentang taqwa tentu tidak akan terlepas dari manusia, karena manusialah yang akan melaksanakan atau memelihara taqwa tersebut. Di dalam taqwa terdapat cinta kasih, harapan, cemas, tawakkal, ridho, sabar dan lain sebagainya.

Taqwa mengandung banyak hal. Bahkan dalam taqwa terdapat juga kemauan memelihara hubungan dengan Tuhan, bukan saja karena takut, tapi lebih lagi adanya kesadaran diri sebagai hamba. Alquran memberi petunjuk bagi orang yang bertaqwa, sesuai firman Allah SWT: “Tidaklah akan menyentuh kepadanya, melainkan makhluk yang telah dibersihkan”.

Kalau hati tidak bersih dan tidak melaksanakan taqwa, Alquran tidak akan menjadi petunjuk bagi mereka.

Pengaruh taqwa terhadap kehidupan rutinitas manusia dapat kita deteksi antara lain sebagai berikut: Mudah dalam menghadapi segala problem hidup. Gemar menunaikan yang baik dan benar. Menjauhi segala yang mungkar dan kebatilan. Suka meminta maaf. Selektif  dalam segala tindakan, dan memiliki perangai mulia.

Orang yang bertaqwa juga akan memberikan rasa aman kepada yang lain. Karena orang yang bertaqwa adalah orang yang beriman. Kata “iman” dalam Bahasa Arab satu akar dengan kata “aman”, karena itu orang beriman harus memberikan rasa aman kepada orang lain. Bukan orang yang bertaqwa jika mereka misalnya menjadi penyebab keonaran, kerusuhan, dan keributan. Sebab taqwa belum memberikan pengaruh kepada kehidupan sosial, khususnya memberikan rasa aman kepada orang lain di sekelilingnya.

Janji Allah SWT kepada orang-orang yang sudah mencapai tingkat taqwa, yakni akan diberik karunia; I’ANAH: Pertolongan dan kemudahan dalam memperoleh keluhuran, kecukupan dan sebutan yang baik. I’NAYAH: Perlindungan dari segala penderitaan dan kesukaran.

Karenanya, taqwa bisa timbul dan tumbuh serta berkembang dari dalam jiwa, kemudian berbuah ke segenap anggota yang menggerakkan amal, serta menghasilkan sifat-sifat yang baik dan perangai yang luhur.

Upaya agar taqwa itu bersemi dan tumbuh dengan subur, berupa keimanan yang tumbuh di jiwa manusia dan wujudnya ke dalam bentuk perbuatan, sehingga apabila iman menghadapi krisis, maka dampaknya adalah perubahan yang terjadi atas akhlak seseorang. Manakala akhlak mengalami dekaden, pengaruh buruk akan berkembang di tengah masyarakat dalam skala lain. Maka eksesnya timbulnya egoisme, eksploitasi, anti hukum, anarkisme, penjarahan dan perbuatan negatif yang merugikan.

Komitmen ketaqwaan seseorang sebagai individual maupun masyarakat dalam unit sosial, pada dasarnya adalah kebutuhan mutlak bangsa dan negara. Apalagi di masa krisis multi dimensional saat ini. Dengan taqwa, insya Allah segala persoalan yang melilit umat dan masyarakat akan segera terselesaikan. (Habib Muhammad Baharun)

 
Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com