FOLLOW KAMI DI

Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini362
mod_vvisit_counterKemarin347
mod_vvisit_counterMinggu Ini5203
mod_vvisit_counterMinggu Lalu4983
mod_vvisit_counterBulan Ini13700
mod_vvisit_counterBulan Lalu20918
mod_vvisit_counterJumlah2104827

We have: 16 guests online
IP: 3.93.75.30
20 Sep, 2019



PostHeaderIcon Terbaru

Wasiat Rasulullah Kepada Salman Al Farisi

Salman Al-Farisi adalah orang Persia yang bertahun-tahun mencari kebenaran; berpindah dari satu kota ke kota lain, karena dia mendengar akan kemungkinan datangnya Rasul yang terakhir. Karenanya, Rasulullah pernah memuji Salman Al-Farisi, dengan mengatakan, bahwa dia adalah pemilik ilmu orang-orang terdahulu dan pemilik ilmu orang-orang yang kemudian.

Salman mempunyai ilmu orang-orang yang terdahulu dari agama Yahudi, Nasrani, bahkan dari agama Majusi. Selain itu, dia juga  memperoleh ilmu orang-orang yang terakhir, yaitu ilmu Islam. Dalam riwayat lain, Nabi yang mulia mengatakan, "Salman minna ahl al-bayt  (Salman termasuk kami, ahl al-bayt)."

Sebagian ulama mengatakan, Salman dihitung sebagai ahl al-bayt Nabi karena kedudukan ruhaniahnya cukup tinggi, sampai dia mencapai sisi kesucian ruhani, seperti kesucian ahl al-bayt. Nabi juga pernah mengatakan tentang Salman ini, seandainya Bilal tahu apa yang ada di dalam batin Salman, mungkin Bilal akan membunuhnya. Seandainya Salman, misalnya, menceritakan pengalaman ruhaninya kepada sahabat-sahabat lain yang tingkat ruhaninya tidak setinggi Salman, maka Salman akan dibunuh ramai-ramai oleh mereka. Jadi, Salman adalah salah seorang sufi di zaman Nabi yang pengalaman batinnya dalam mendekati Allah SWT sudah mendekati keluarga Rasulullah SAW.

Kepada Salman inilah Nabi berwasiat, "Sesungguhnya ada tiga hal yang menjadi kepunyaanmu di dalam sakit. Engkau sedang mendapat peringatan dari Allah SWT. Dan doamu diijabah oleh Allah. Penyakit yang menimpamu akan menghapuskan dosa-dosamu. Semoga Dia menggembirakan kamu dengan kesehatan sampai ajalmu datang."

Ada doa Ali Zainal Abidin, cucu Rasulullah yang mulia, ketika dia sakit, "Ya Allah, saya tidak tahu mana yang harus aku syukuri di antara sehat dan sakitku? Mana di antara kedua waktu itu yang patut aku sampaikan pujian kepada-Mu? Apakah waktu sehat, ketika Engkau senangkan daku dengan rezeki-Mu yang baik, dan Engkau giatkan daku dengan rezeki itu untuk memperoleh ridha dan karunia-Mu, serta Engkau kuatkan daku untuk melaksanakan ketaatan pada-Mu? Atau waktu sakitku, ketika Engkau bersihkan dosaku, dan meringankan dosa-dosa yang memberati punggungku, menyucikan diriku dari liputan kesalahan, mengingatkan daku untuk bertobat kepada-Mu, dan menyadarkan daku untuk menghapuskan kekhilafan dalam melalaikan syukur atas nikmat-Mu."

Meski Nabi Muhammad SAW mengatakan, bahwa ada tiga pahala pada sakit itu, tetapi di ujung ucapannya itu Rasulullah juga bersabda kepada Salman, "Mudah-mudahan Allah menyenangkan kamu dengan kesehatan sampai ajalmu datang."

Hal itu disampaikan Rasulullah ketika Salman sedang sakit. Karena itu, Rasulullah menghibur Salman dengan mengatakan, "Sesungguhnya orang yang sakit itu mendapat tiga pahala." Bahkan di ujung hadits itu, Rasulullah juga mendoakan kepadanya mudah-mudahan Salman diberikan kesehatan sampai akhir hayatnya.

Pernyataan itu menunjukkan, walaupun sakit itu mendapatkan pahala, tetapi kita tidak boleh mengharapkan sakit, atau mencari jalan supaya kita sakit. Namun, Kalau suatu saat kita sakit, dan tidak bisa tidak, kita semua harus mengalami sakit, maka kita mesti mengingat wasiat Rasulullah kepada Salman ini. Gunakanlah kesempatan sakit itu untuk memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

Ada orang-orang yang di ujung hayatnya sakit terus, tidak sembuh-sembuh. Hal itu merupakan suatu keberuntungan baginya. Apalagi jika dulu, ketika masih sehat, dia hampir tidak pernah berdzikir kepada Allah. Bahkan banyak orang yang waktu mudanya lebih banyak lupa kepada Allah. Kemudian sebelum meninggal dunia dia sakit agak lama. Itu merupakan kasih-sayang Allah kepadanya, seandainya dia memanfaatkan kesempatan itu untuk memperbanyak dzikir kepada-Nya.

Perempuan, dibandingkan dengan laki-laki, kata ahli kesehatan, mempunyai tubuh lebih tahan terhadap penyakit. Ada beberapa penyakit yang tidak pernah menyerang perempuan, dan hanya menyerang laki-laki saja. Karena itu, mungkin dalam daya tahan wanita yang lemah itu, sebetulnya terkandung kekuatan fisik yang dahsyat. Mungkin karena itulah Allah memberikan tugas melahirkan kepada perempuan. Hanya saja, di seluruh dunia tercatat sekitar 500 ribu orang perempuan meninggal dunia dalam setiap tahun ketika melahirkan anaknya. Dalam Islam perempuan yang meninggal dunia ketika melahirkan anaknya, terhitung mati syahid (syahidah). Karenanya, dianjurkan agar perempuan banyak berdzikir ketika hendak melahirkan.

Meski begitu, kita jangan terlalu bergembira kalau selalu sehat dan jangan terlalu bersedih kalau mendapat penyakit terus-menerus. Kalau kita sehat terus menerus harus hati-hati. Bisa jadi, kita akan berbuat dosa dan tak pernah mendapat peringatan untuk berdzikir. Namun, ketika sakit, kita juga harus bersyukur karena dapat memperbanyak dzikir dan doa kita akan dikabulkan Allah SWT. (*/dari berbagai sumber)

 
Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com