Terbaru
Warning: Creating default object from empty value in /var/www/vhosts/masjidjami.com/httpdocs/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109
Warning: Creating default object from empty value in /var/www/vhosts/masjidjami.com/httpdocs/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109
Warning: Creating default object from empty value in /var/www/vhosts/masjidjami.com/httpdocs/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109
Warning: Creating default object from empty value in /var/www/vhosts/masjidjami.com/httpdocs/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109
Warning: Creating default object from empty value in /var/www/vhosts/masjidjami.com/httpdocs/modules/mod_latestnews/helper.php on line 109
Perluasan Masjid Agung Jamik Butuh Rp 10 M
Perluasan Masjid Agung Jamik Butuh Rp 10 MSukses melakukan renovasi interior induk masjid, Takmir Masjid Agung Jamik Malang memulai perluasan masjid ke arah utara untuk menambah daya tampung jamaah dan fasilitas pelengkap lainnya. Peletakan batu pertama yang menandai dimulainya perluasan pembangunan masjid dilakukan kemarin.
Peletakan batu pertama perluasan masjid dilakukan para ulama, habaib dan juga umaro. Para habaib dan ulama mendapatkan kesempatan pertama untuk melakukan peletakan batu pertama yang dilanjutkan dengan para umaro yang hadir. Para ulama dan habaib yang hadir antara lain, Habib Baqir Mauladawilah, Habib Sholeh Al Aydrus, Habib Hadi Al Kaf, KH. Baidlowi Muslich, KH. Zainuddin Muchit, Habib Jamal, KH. Sumantri Zakaria dan lainnya. Para umaro diwakili Kepala Kandepag Kota Malang, H.M. Chomsin dan Kabag Kesra Pemkot Malang, Imam Santoso.
“Alhamdulillah, Masjid Agung Jamik Malang sudah cantik dan indah. Jamaahnya pun semakin lama semakin banyak. Kami ingin menjadikan Masjid Agung Jamik Malang sebagai masjid percontohan masjid, musala di Kota Malang, baik bangunan maupun pemakmurannya,” kata Ketua Umum Takmir Masjid Agung Jamik Malang, KH. Baidlowi Muslich dalam sambutannya.
Sebelum dilakukan peletakan batu pertama, belasan habaib dan para ulama secara marathon melakukan doa secara bergantian agar pelaksanaan pembangunan dapat diberikan kelancaran tanpa ada hambatan apapun. Di dalam masjid pun digelar khotmil quran bil ghoib dengan maksud yang sama.
Takmir dan panitia pembangunan harus bekerja keras. Rencananya perluasan pembangunan masjid yang akan dibangun empat lantai akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 10 miliar. Saat ini, paniti baru memiliki dana sekitar Rp 1,3 miliar. Dana Rp 1 miliar berasal dari sumbangan yang diberikan Presiden SBY, saat melaksanakan salat di Masjid Agung Jamik Malang pada 5 Juli 2009 lalu. Diperkirakan perluasan pembangunan akan memakan waktu selama tiga tahun.
“Kami juga ingin memberikan contoh yang baik kepada masjid lainnya. Perluasan pembangunan masjid juga mengurus persyaratan IMB, UKL/UPL dan lainnya. IMB yang lama sudah ada, karena ada perluasan IMB itu kembali diperbaharui,” ungkapnya.
Tahap awal, akan dilakukan pembangunan basement yang diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 2,03 miliar. Direncanakan pembangunan tahap awal akan selesai pada akhir November mendatang. Lantai basement akan digunakan untuk parkir kendaraan, lantai dua akan jadi tempat salat, lantai III dan lantai IV akan digunakan untuk perpustakaan dan guest house bagi tamu masjid.
Menurut Ketua Panitia Pembangunan Perluasan Masjid Agung Jamik Malang, H. Kamilun Muhtadin, sebelum dilakukan perluasan masjid, terlebih dahulu membangun sumur artesis. Meski sempat patah arang karena air yang diharapkan tidak kunjung keluar meski telah mencapai 200 meter, dalam jangka waktu 41 hari dilakukan pengeoboran, air artesis yang diharapkan dapat keluar.
“Pada kedalaman 205 meter, akhirnya air itu pun dapat keluar dan langsung disambut dengan teriakan takbir dan sujud syukur. Saat ini, air itu sedang dilakukan uji lab dan akan segera keluar hasilnya,” tambah ketua I Takmir Masjid Agung Jamik Malang itu.(aim/lim)