FOLLOW KAMI DI

Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini129
mod_vvisit_counterKemarin621
mod_vvisit_counterMinggu Ini750
mod_vvisit_counterMinggu Lalu3028
mod_vvisit_counterBulan Ini8225
mod_vvisit_counterBulan Lalu14986
mod_vvisit_counterJumlah1548191

We have: 10 guests online
IP: 54.82.79.109
18 Des, 2017



PostHeaderIcon Terbaru

Dari Mana Datangnya Rezeki?

Suatu ketika, dua orang sahabat saling mempertentangkan tentang rezeki. Menurut Abu Amar, sebut saja begitu. Rezeki itu tidak akan datang sendiri, tanpa kita melakukan usaha atau ikhtiar. "Rezeki itu tak bakal datang kecuali melalui usaha dan pekerjaan," kata Abu Amar kepada Fulan, sahabatnya.

Namun pernyataan itu dibantah Fulan, "Rezeki itu ada dalam kekuasaan Allah. Usaha, kegiatan hanyalah sebuah sebab yang mendatangkan rezeki. Allah akan memberikan rezeki dengan atau tanpa sebab," ujar Fulan yang memilih keimanan.

"Rezeki tidak akan diperoleh kecuali dengan bekerja dan berusaha," bantah Abu Amar berargumentasi.

"Sudah kukatakan kepadamu, bahwa pekerjaan dan usaha itu hanya sebab. Tapi Allah-lah yang sesungguhnya memberi rezeki," tegas si Fulan lagi.

"Baiklah, jika ucapanmu benar, duduklah ditempatmu ini. Aku akan berusaha dan bekerja. Coba kita lihat nanti, siapa yang akan datang membawa rezeki," jawab Abu Amar. "Silakan," tutur Fulan singkat.

Abu Amar kemudian keluar. Baru sampai di dekat pintu rumah, dia ditawari dan diberi sebuah apel oleh seseorang. Kemudian dengan membawa apel, dia mendatangi Fulan, serta memberikan apel tersebut. "Lihatlah, bagaimana usahaku membuahkan hasil. Karena aku berusaha, maka aku mendapat rezeki. Makanlah apel ini."

Fulan membiarkannya hingga Abu Amar selesai berbicara. Lantas dia berkata, "Sekarang siapa yang sebenarnya memperoleh rezeki," tanya Fulan. "Aku, karena aku mau berusaha," jawab Abu Amar.

"Mana rezekimu? Akulah yang memakan apel ini. Aku yang memperoleh rezeki. Kau tidak memperoleh apa-apa. Kau hanyalah pembantu. Kau pergi hanya untuk mengambilkan rezekiku. Meski aku duduk di rumah, tapi Allah SWT memberiku apel melalui tanganmu. Sedangkan kau pergi dan berusaha. Tapi pulang dengan tangan kosong. Allah hanya menjadikan kamu sebagai pembantu, dan tidak memberimu apa-apa. Mana rezekimu? kata Fulan.

Abu Amar lantas tertunduk, merenung dan berkata: Laailahaillallah, benar sekali ucapanmu. Kau duduk di rumah, tapi bisa mendapatkan apel. Sementara aku pergi dan berusaha, tapi malah tidak memperoleh apa-apa," tutur Abu Amar. (ditulis Habib Abdullah Abdurrahman Mulahelah dari Rehlah Habib Alwi bin Ali Al Habsyi pada Habib Abu Bakar Assegaf Gresik)

 
Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com