FOLLOW KAMI DI

Pencarian
Polling
Bagaimanakah Website Masjid Agung Jami Malang ?
 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini306
mod_vvisit_counterKemarin239
mod_vvisit_counterMinggu Ini2048
mod_vvisit_counterMinggu Lalu2836
mod_vvisit_counterBulan Ini11824
mod_vvisit_counterBulan Lalu17641
mod_vvisit_counterJumlah1536804

We have: 32 guests, 1 bots online
IP: 23.20.129.162
23 Nov, 2017



PostHeaderIcon Terbaru

PostHeaderIcon Info

NU Mentawai Salurkan Bantuan PBNU

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Mentawai menyalurkan bantuan dari Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH Said Aqil Siradj yang diserahkan pada Ahad (31/10) malam kemarin di sela-sela pelantikan Ketua PWNU Sumbar, di Hotel Pangeran. Bantuan lainnya diperoleh dari Ketua Fraksi PKB DPR RI Marwan Ja'far.

"Bantuan ini akan memperkuat relawan PCNU yang sudah diterjunkan ke lokasi bencana gempa dan tsunami. PCNU menyampaikan terima kasih kepada PBNU dan FKB DPR RI yang sudah memberikan bantuannya," kata Ketua Tanfiziyah PCNU Kepulauan Mentawai Muh. Khusni Nasirun yang didampingi Ketua Ikatan Pelajar NU Mentawai Ory Sativa.

Selanjutnya...

 

LPTNU Bikin Tiga Model Pengembangan Pendidikan Tinggi

Jumlah perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Lanjah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) lebih dari 200 buah. Meskipun demikian, perlu kerja keras untuk membuat perguruan tinggi tersebut layak untuk dibanggakan dan bersaing dengan perguruan tinggi lain.

Ketua LPTNU Dr Nur Ahmad menjelaskan, fihaknya memiliki tiga model dalam pengembangan perguruan tinggi NU, pertama, dalam bentuk franchise atau percontohan yang sudah bagus, kemudian disebarkan ke seluruh perguruan tinggi NU sudah ada.

“Nanti ada standarisasi kurikulum, dosen, manajemen, penataan atau penggunaan lahan, dan sebagainya. Standarisasi ini terus kita tingkatkan dari waktu ke waktu sampai mencapai kualitas internasional,” katanya kepada NU Online baru-baru ini.

Selanjutnya...

 

45 Jamaah Wafat di Tanah Suci

Jamaah haji Indonesia yang meninggal di tanah suci, hingga kini tercatat berjumlah 45 orang. Data terakhir jamaah yang meninggal adalah Suprihati Binti Supatmo Kabul dari kloter 21 Batam.Berdasarkan data Siskohat Kementerian Agama, Suprihati meninggal di pemondokan, Mekkah, pukul 15.15 waktu Arab Saudi, Rabu (3/11/2010). Jamaah asal Tulungagung, Jawa Timur itu wafat karena kardio vaskuler. Ia dimakamkan di pemakaman Mala Mekkah.

Dari 45 jamaah yang wafat, 24 orang meninggal di Madinah, 18 di Mekkah, 1 orang di Jeddah dan 2 orang meninggal dalam perjalanan. Lebih rinci lagi, sebanyak 9 orang meninggal di BPHI, 18 orang meninggal di RS Arab Saudi, 9 orang meninggal di pemondokan, 1 orang meninggal di pesawat dan 4 orang meninggal di masjid.

Selanjutnya...

 

ACIS KE-10 : Membangun Karakter Bangsa dengan Agama

Pengembangan karakter bangsa menuntut adanya kesadaran budaya (cultural awareness) dan kecerdasan budaya (cultural intellegence). Maka sudah menjadi keniscayaan bagi bangsa untuk memperhatikan warisan budaya leluhurnya. Di antara yang dapat dijadikan bodal untuk membangun karakter bangsa adalah nilai-nilai agama. Sebab, agama di negeri ini berkembang dengan khas dan unik.

Di Jawa, utamanya di pesisir pantai utara masyarakat kabupaten Pati dan sekitarnya, kisah Saridin sebagai seorang muslim yang seniman sangat populer. Saridin adalah nama kecil dari Syekh Jangkung yang sekarang makamnya terletak di Desa Landoh, Kecamatan Kayen sejauh lebih kurang 17 Km dari Kota Pati.

Selanjutnya...

 
Artikel Lain...
Selamat Datang di Website Resmi Masjid Agung Jami Malang - Indonesia , Kirimkan Kritik, Saran dan Informasi ke admin@masjidjami.com